Cari Blog Ini


Sabtu, 13 November 2010

Mesjid Agung Sumenep

| | 0 komentar



Kecamatan : Kota Sumenep
Desa : Bangselok

  1. Nama Jenis Potensi Wisata : Mesjid Agung Sumenep
  2. Luas Area : 100m x 100m
  3. Sarana dan prasarana :
    • Kantor Sekretariat
    • Pesangrahan Kiri dan Kanan
    • Toilet
    • Tempat Parkir
    • Tempat Wudhu
  4. Deskripsi Potensi Wisata :
    Pada mulanya Mesjid Agung Sumenep dibangun pada Tahun 1779 M dan selesai pada tahun 1787. jadi Mesjid Agung tersebut dibangun sampai selesai sempurna kurang lebih memakan waktu selama 8 tahun. Mesjid dibangun pada bulan puasa dan selesai pada bulan puasa pula.
    Mesjid Agung ini dibangun karena pada zaman itu islam di Sumenep berkembang pesat sehingga banyak jamaah yang hadir di mesjid sehingga mesjid yang lama yaitu mesjid laju tidak dapat menampung jamaah. Akhirnya muncul inisiatif Panembahan Notokusumo I beserta petinggi-petinggi keraton dan dibantu oleh arsitek dari negeri China yang bernama "Lauw Prango" cucu dari Lauw Koenthing untuk membangun mesjid yang lebih besar lagi yang mampu menampung seluruh masyarakat Sumenep.
    Pada proses pembangunannya, pembangunan mengalami keterbatasan bahan baku bangunan sehingga untuk bahan perekatnya menggunakan air nira sebagai campurannya. Namun meski seperti itu sampai sekarang mesjid ini tetap berdiri kokoh.
    Adapun setiap titik yang ada pada bangunan mesjid ini mempunyai arti tersendiri dan dintaranya merupakan wasiat-wasiat Panembahan Sumolo, Yaitu:
    1. Wasiat pada prasasti yang terletak ditengah-tengah ukiran diatas pintu gerbang Mesjid Agung yang berbunyi "Mesjid ini adalah Baitullah, Pangeran Notokusumo Penguasa di Negeri Keraton Sumenep: sesungguhnya: wasiatku kepada orang yang memerintah (selalu penguasa) dan menegakkan kebajikan; mesjid itu tidak boleh diwariskan dan tidak boleh dijual dan tidak boleh di rusak". Wasiat ini ditulis pada tahun 1806 M.
    2. Wasiat Panembahan pada keturunannya: jika aku sudah tiada (pulang ke Rahmatullah) maka seandainya mesjid mengalami kerusakan dan tidak ada lagi yang merawat (tidak punya biaya lagi) maka diantara 13 pilar yang ada boleh dirobohkan untuk biaya mesjid. Jadi logikanya ada barang berharga di dalam pilar.
    3. Mesjid Agung terletak di tempat yang paling strategis yaitu ditengah-tengah kota Sumenep berhadapan dengan alun-alun kota Sumenep
    4. Didalam mesjid terdapat 13 pilar yang begitu besar yang mengartikan rukun solat namun pada bagian luar terdapat 20 pilar. Dan 3 tempat khotbah yang begitu indah dan diatas tempat Khotbah tersebut terdapat sebuah pedang yang mencirikan bahwa pedang tersebut berasal dari Irak. Awalnya pedang tersebut terdapat 2 buah namun salah satunya hilang dan tidak pernah kembali.
    5. Mesjid mempunyai 10 jendela dan 9 pintu yang besar-besar dengan ukiran bunga yang melambangkan khas Sumenep. Disamping pintu depan mesjid terdapat jam duduk yang bermerk Jonghans dan diatas pintu tersebut terdapat prasasti yang bertuliskan arab dan jawa
    6. Pada halaman mesjid dibangun kantor kesektariatan dan tempat wudhu, Toilet.
    7. Pendapat per bulan Rp 1.500.000,-
Read More...

Kerapan Sapi

| | 0 komentar

Kecamatan : Manding
Desa : Manding Laok

  1. Nama Jenis Potensi Wisata : Karapan Sapi
  2. Luas Area : 170m x 50m
  3. Sarana dan prasarana :
  4. Deskripsi Potensi Wisata :
    Pada Zaman dahulu kala ada seorang penyebar agama islam. Yang bernama "Syech Ahmad Baidawi" beliau di kenal dengan sebutan Pangeran Katandur yang berasal dari kata Tandur yang berarti menanam atau ahli pertanian. Beliau adalah penyebar agama islam di Sumenep. Selain menyebar agama islam beliau juga ahli bercocok tanam. Pangeran Katandur adalah putra dari pangeran dari Pangeran Pakaos yang merupakan cucu dari Sunann kudus.
    Pangeran Katandur menyebarkan agama islam dengan cara bercocok tanam (bertani). Beliau mengerjakan atau mengelola pertanian dengan alat tradisional atau alat pembajak tanah yang disebut Nanggala/Salaga yaitu dua buah bambu yang ditarik oleh 2 (dua) ekor sapi. Maka sampai sekarang dikenal dengan sebutan Kerapan Sapi. Itulah asal-usul dari kerapan sapi. Kerapan sapi sampai sekarang menjadi kebudayaan masyarakat Madura/ ikon. Kerapan sapi sampai sekarang menjadi kebudayaan masyarakat Madura, Nusantara, bahkan Manca Negara sekalipun. Sampai sekarang karapan sapi diadakan setiap tahun, yitu untuk menyambut hasil panen. Dalam perlombaan kerapan sapi dikenal beberapa tingkatan yaitu Kewedaan, Kabupaten dan terakhir kresidenan. Sedangkan Karapan Sapi yang diadakan setiap bulan Agustus-Oktober adalah puncak perlombaan Karapan Sapi yang biasa dilakukan di Kabupaten Pamekasan. Menjelang malam pelaksanaan Karapan Sapi ditingkat Kresidenan selalu dilakukan pertemuan antar Penggemar kerapan sapi yang disebut dengan Gubengan (Tumpah Ruahnya para penggemar Kerapan sapi se Madura) Adapun aturan dalam perlombaan Karapan Sapi yaitu :
    1. Minimal Sapi Karapan sapi yang akan dilombakan ada 3 pasang
    2. Panjang dan lebar pacuan yang digunakan adalah 170m x 50m
    3. Ada Gebber (orang yang bertugas memegang bendera di garis start)
    4. Liet atau seorang juri yang ada di garis Finish
    Sedangkan sapi yang diperlombakan harus memiliki syarat-syarat sebagai berikut :
    1. Sapi harus memiliki jenis dan warna kulit madura
    2. Sapi harus sehat dan kuat
    3. Tinggi Sapi harus 120 cm
    4. Gigi sapi harus sudah di cabut.
Read More...

Museum dan Keraton Sumenep

| | 0 komentar


Kecamatan : Kota Sumenep
Desa : Pajagalan


Keraton Sumenep terletak di tengah-tengah kota yang dibangun pada masa pemerintahan Panembahan Sumolo I tahun 1762. Bangunan keraton ini mempunyai corak budaya Islam, Cina dan Eropa. Di dalam keraton terletak peninggalan-peninggalan bersejarah seperti Pendopo Agung, kantor KOneng, dan bekas Keraton Raden Ayu Tirto Negoro yang saat ini dijadikan tempat penyimpanan benda-benda kuno. Pendopo Agung sampai saat ini masih dipakai sebagai tempat diadakannya acara-acara kabupaten seperti penyambutan tamu Negara, serah terima jabatan pemerintahan dan acara kenegaraan lainnya. Sedangkan kantor Koneng yang ebrarti kantor raja dahulu adalah ruang kerja Sultan Abdurrachman Pakunataningrat I selama masa pemerintahannya tahun 1811 sampai 1844 Masehi. Selain ketiga ruangan tersebut di kompleks keraton terdapat Taman Sare, yaitu tempat pemandian putri raja yang masih terlihat asri dan indah sampai sekarang. Bagian lain dari keratin Sumenep adalah pintu gerbang Labang Mesem, yang artinya pintu/ gerbang tersenyum yang melambangkan keramahtamahan masyarakat Sumenep terhadap setiap orang yang datang ke keraton.

Museum terbagi menjadi tiga bagian yang terletak di depan/luar keraton dan di dalam keraton. Bagian pertama, di luar keraton, adalah tempat menyimpan kereta kuda/ kencana kerajaan Sumenep dan kereta kuda pemberian ratu Inggris, yang sampai sekarang masih dapat dipergunakan dan dikeluarkan pada saat upacara peringatan hari jadi kota Sumenep. Bagian kedua dan ketiga terdapat di dalam keraton Sumenep, yang di dalamnya menyimpan alat-alat untuk upacara mitoni atau upacara tujuh bulan kehamilan keluarga raja, senjata-senjata kuno berupa keris, clurit, pistol pedang bahkan semacam samurai dan baju besi untuk perang, al-Qur'an yang ditulis oleh Sulta Abdurrachman, guci dan keramik dari Tiongkok/ Cina yang menggambarkan bahwa pada saat itu terjalin hubungan yang erat antara kerajaan Sumenep dan kerajaan Cina, patung-patung/ arca, baju kebesaran Raja/Sultan, sampai tulang/fosil ikan paus yang terdampar di pantai Sumenep pada tahun 1977.

Museum ketiga disebut juga museum Bindara Saod karena pada zamannya tempat itu adalah tempat Bindara Saod menyepi, maka disebut juga dengan Rumah penyepian Bindara Saod. Terdiri lima bagian yaitu teras rumah, kamar depan bagian timur, kamar depan bagian barat, kamar belakang bagian timur dan bagian barat.

Baik Museum, Museum Kantor Koneng dan Museum Bindara Saod, ramai dikunjungi, baik itu wisatawan lokal, maupun mancanegara tiap tahunnya. Adapun tarif biaya masuk keraton cukup murah yaitu Rp. 5000,- per orang sudah dapat menikmati koleksi sejarah keraton Sumenep.
Read More...

LaZy TiMe !!!

Status :

CEWEK LAEN MONYET!!!

Tentang gw !!!

Foto saya
Sumenep, jawa timur, Indonesia
gw labil,, rebel,, simple,, just rock n roll !! \nn/

Muzic gw !!!

Diberdayakan oleh Blogger.
 
 

Designed by: Compartidísimo
Scrapping elements by: Scrappingmar©